Ketua PWM Riau Hendri Sayuti : Kampus Muhammadiyah adalah ruang pendidikan yang terbuka bagi seluruh anak bangsa

0
MUHAMMADIYAHMERANTI.OR.ID, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) resmi menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-30 Program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Tiga pada Sabtu (9/5/2026) di kampus setempat. 

Sebanyak 418 wisudawan dan wisudawati dari delapan fakultas serta Sekolah Pascasarjana dikukuhkan dalam momentum Tahun Akademik 2025/2026 yang turut mencerminkan semangat inklusivitas melalui kehadiran lulusan lintas agama.

Rektor UMRI, Saidul Amin, dalam sambutannya mengusung tema "Alumni Berkarakter dan Berdampak, UMRI Unggul Mencerahkan Semesta". 

Ia menegaskan bahwa lulusan UMRI dituntut menjadi pribadi inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah arus globalisasi dan transformasi digital — bukan sekadar meraih prestasi akademik. 

Menjelang Milad ke-18, UMRI juga mencatat sejumlah pencapaian strategis, antara lain pengukuhan dua guru besar dan pembangunan Gedung Mahmud Marzuki Tower (MMT) sembilan lantai, serta rencana pengembangan rumah sakit pendidikan, perpustakaan modern, dan auditorium.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, menekankan bahwa kampus Muhammadiyah adalah ruang pendidikan yang terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa sekat suku, budaya, ekonomi, maupun golongan. 

Ia menambahkan bahwa sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia Timur bahkan mayoritas mahasiswanya beragama non-muslim — bukti nyata komitmen Muhammadiyah terhadap pendidikan yang humanis dan bebas diskriminasi, selaras dengan nilai Islam Berkemajuan.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Nopriadi, turut mengapresiasi pertumbuhan UMRI yang kini menampung lebih dari 15 ribu mahasiswa, sekaligus mendorong peningkatan akreditasi menuju predikat "Unggul" dan rekognisi internasional. 

Wisuda ke-30 ini juga diwarnai orasi ilmiah oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengangkat isu ketahanan pangan nasional dan optimisme Indonesia menuju kemandirian pangan di level global.
Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)