MUHAMMADIYAHMERANTI.OR.ID, Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta menggelar penyembelihan hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah di Gedung PusdiklatMu pada Kamis (28/5) dengan mengusung pendekatan ramah lingkungan.
Konsep ini diterapkan sebagai langkah nyata menekan ketergantungan pada plastik sekali pakai sekaligus mewujudkan pelaksanaan kurban yang lebih berpihak pada keberlanjutan alam.
Ketua Panitia Pelaksana Fauzan Anwar Sandiah menegaskan bahwa semangat berkurban tidak semata dimaknai sebagai ritual penyembelihan, melainkan juga menyentuh dimensi pemberdayaan ekologi dan tanggung jawab sosial.
"Tahun ini kami berupaya menekan penggunaan plastik sekali pakai demi mendorong agar makna kurban memiliki sentuhan dan hakikat pada pemberdayaan ekologi," tuturnya.
Panitia pun merancang seluruh rangkaian penyelenggaraan agar berlangsung minim sampah, sehingga limbah di sekitar lokasi penyembelihan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Dalam pelaksanaannya, PP Muhammadiyah turut menerapkan prinsip-prinsip fikih kurban versi Muhammadiyah agar proses penyembelihan berjalan selaras dengan tuntunan syariat sekaligus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
"Kami berharap penyelenggaraan tahun ini dapat berjalan lebih baik dan berlandaskan kaidah penyembelihan yang benar, sehingga kurban ini benar-benar memberi manfaat dan maslahat bagi semua pihak," imbuhnya.
Adapun distribusi daging kurban diprioritaskan bagi warga di sekitar Gedung PusdiklatMu sebagai pusat kegiatan. Di samping itu, hewan kurban juga disalurkan ke sejumlah daerah sesuai arahan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Beberapa wilayah penerima manfaat antara lain Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Prambanan, termasuk sejumlah amal usaha pendidikan Muhammadiyah yang turut menjadi sasaran penyaluran.
Melalui pendekatan kurban berwawasan lingkungan ini, Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta berharap perayaan Iduladha tidak hanya memancarkan nilai ibadah dan kepekaan sosial, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan secara berkesinambungan.
