إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نبينا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَتَقْوَى اللَّهِ فَوْزٌ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan bukan hanya diwujudkan dalam ibadah ritual semata, tetapi juga dengan menjaga diri dari segala sesuatu yang membahayakan jiwa, merusak kesehatan, dan mengundang mudarat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Pada kesempatan Jumat yang mulia ini, khatib ingin mengangkat satu persoalan yang sering dianggap biasa oleh masyarakat, padahal dampaknya sangat besar bagi agama, kesehatan, keluarga, dan masa depan generasi, yaitu tentang rokok.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Sebagian orang masih menganggap rokok hanya sekadar kebiasaan. Bahkan ada yang berkata, “Saya merokok, tapi tetap sehat.” Padahal Islam tidak hanya melihat sesuatu dari kebiasaan manusia, melainkan dari maslahat dan mudaratnya.
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Fatwa Nomor 6 Tahun 2010 telah menetapkan bahwa merokok hukumnya haram. Fatwa ini lahir bukan sekadar karena pertimbangan kesehatan modern, tetapi juga berdasarkan dalil-dalil syariat, maqashid syariah, serta fakta ilmiah yang nyata.
Allah Swt berfirman:
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
Artinya: “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. al-A‘raf: 157)
Rokok bukan termasuk perkara yang baik. Di dalamnya terdapat racun, zat adiktif, dan unsur yang membahayakan tubuh manusia. Karena itu, rokok termasuk dalam kategori khabā’its, yaitu sesuatu yang buruk dan merusak.
Jamaah rahimakumullah,
Islam juga melarang manusia menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam kebinasaan. Allah Swt berfirman:
وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-Baqarah: 195)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَلاَ تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. an-Nisa’: 29)
Merokok adalah bentuk perlahan dari tindakan merusak diri sendiri. Bahayanya mungkin tidak langsung terasa, tetapi dampaknya nyata: kanker paru-paru, penyakit jantung, stroke, gangguan pernapasan, bahkan kematian.
Lebih dari itu, asap rokok juga membahayakan orang lain. Anak-anak, istri, keluarga, dan orang di sekitar ikut menjadi korban tanpa mereka merokok. Karena itu Rasulullah saw bersabda:
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
Artinya: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HR. Ibn Majah, Ahmad, dan Malik)
Hadis ini menjadi kaidah besar dalam Islam. Segala sesuatu yang membawa mudarat wajib dijauhi.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Rokok juga mengandung unsur candu yang melemahkan tubuh. Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ كُلِّ مُسْكِرٍ وَمُفْتِرٍ
Artinya: “Dari Ummu Salamah, bahwa Rasulullah saw melarang setiap yang memabukkan dan setiap yang melemahkan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Maka segala sesuatu yang melemahkan badan dan merusak kesehatan termasuk perkara yang dilarang.
Selain itu, rokok juga menjadi bentuk pemborosan harta. Allah Swt berfirman:
وَءَاتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا . إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا
Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. al-Isra’: 26–27)
Betapa banyak orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi tetap menghabiskan uang untuk rokok setiap hari. Padahal uang itu bisa digunakan untuk pendidikan anak, makanan bergizi, sedekah, atau kebutuhan keluarga lainnya.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Islam datang untuk menjaga lima tujuan utama syariat: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Rokok justru merusak semuanya. Rokok merusak tubuh, menguras harta, mengganggu keluarga, dan melemahkan kualitas generasi.
Karena itu, bagi yang belum merokok, jangan pernah mencoba. Dan bagi yang masih merokok, jangan berputus asa. Berusahalah untuk berhenti sedikit demi sedikit. Allah Swt berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-‘Ankabut: 69)
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada saudara-saudara kita yang sedang berjuang meninggalkan rokok.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Rokok bukan hanya persoalan pribadi. Rokok menyangkut kesehatan masyarakat, keselamatan keluarga, dan masa depan generasi umat. Karena itu, mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga sendiri, dan lingkungan kita sendiri untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan lebih berkah.
Allah Swt berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. at-Tahrim: 6)
Menjaga keluarga bukan hanya dari dosa-dosa yang tampak, tetapi juga dari segala kebiasaan yang merusak kesehatan dan masa depan mereka.
Semoga Allah menjaga kita semua, memberikan kesehatan lahir dan batin, serta membimbing kita menjadi hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga amanah kehidupan dengan sebaik-baiknya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَـٰلَمِينَ وَصَلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
عِبَادَ اللَّهِ اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Marilah kita tutup ibadah Jumat kita hari ini dengan berdoa kepada Allah Swt.
